Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Selamat Jalan, 'Pak Monster'

Aku mau cerita soal meninggalnya kakak mamaku yang pertama (a.k.a pakde . FYI, mamaku 5 bersaudara, mama anak terakhir). Mungkin kalian mikirnya beliau sama aku punya hubungan keluarga yang enggak deket, tapi kalian salah. Aku & adikku deket, deket banget sama beliau. Udah aku anggap seperti ayah, bahkan seperti teman sendiri. Biasa bercanda, ngobrol santai, jadi kesannya enggak kaku, enggak kayak ngomong sama orang yg dituakan , tapi tetep sopan. Adikku suka ngeledek beliau sebagai Pak Monster (ini nggak sopan.) kali karena badannya lumayan keker. Tapi enggak sekeker Ade Rai dan sebangsanya lho -_- Langsung aja to the point ya..... Lebaran, 2012. Kalau aku nggak salah, itu tanggal 19 Agustus 2012. Sehabis shalat ied, aku (seperti biasa) mudik ke kampung halaman. Sebelumnya aku maaf-maafan ke rumah pak monster (astaga, aku jahat banget), maaf-maafan sama sepupu & saudara yang lain. Aku enggak tau kalau pak monster ini bakal ikut mudik bareng aku. Satu mobil. Yang aku ta...

Suatu Sore Kelabu

(based on my friend's love story) Prita menyesap tehnya. Sesekali ia menoleh kea rah lelaki di pojok kafe itu. Ryan. Lelaki yang berhasil melupakannya sejak beberapa tahun lalu. Tapi tidak begitu dengan Prita. Ya, masih saja bayang-bayang lelaki yang dipujanya itu ada setiap waktu. Tragisnya sampai sekarang. Dan begitu Prita melihat wajahnya, luka lama itu terkuak lagi. Prita kembali menyesap tehnya. Pahit. Sepahit kenyataan ini. Ah, andai saja ia tak mengenal Ryan, semua takkan jadi begini. Ia ingat, ingat sekali malah, kejadian 5 tahun lalu.             Waktu itu mereka masih SD. Lalu tumbuhlah cinta itu. Orang bilang cinta monyet. Tapi Prita tak peduli. Yang ia tau, Ryan adalah cinta pertamanya, dan Ryan pernah mengaku kalau ia juga menyukai Prita. Ryan pernah menyuruh Prita menunggu sampai kelas XI SMA. Biar cukup umur untuk pacaran, katanya. Maka itulah Prita setia menunggu hingga detik ini. Walau harus menyiksanya d...