Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Babak #25 - Orang-orang dan Hal yang Mereka Suka

Aku selalu suka mengamati orang-orang yang melakukan sesuatu karena mereka memang suka dan tekun. Enggak pernah enggak kagum sama mereka yang sudah tahu sukanya di mana. Oya, enggak gampang, loh, ngeseriusin apa yang disuka. Kalian pasti punya satu temen yang jago banget di suatu bidang. Aku punya temen yang jago gambar. Kalau merhatiin mereka lagi bikin sketsa anime atau lagi mewarnai pakai cat air Koi, kharisma mereka tuh langsung keluar. Kayak otomatis ada daya tariknya aja gitu. Ada juga temen yang 1000 kali lipat terlihat lebih keren pas mereka lagi main gitar, ngegame, atau lagi nyusun kodingan. Terkadang aku iri sama mereka yang selalu bisa lancar-lancar aja menjalani apa yang mereka suka. Dukungan datang dari keluarga secara penuh, dan lingkungannya juga setuju. Di sisi lain ada juga yang harus pontang-panting minta restu orangtua supaya dibolehin main yang mereka suka atau nekuni hobi yang mereka suka. Aku mungkin termasuk di sini. Ada masa ketika aku down  sampai en...

Babak #24 - Adik

Gambar
*akhirnya kembali menulis setelah pusing seminggu* Seminggu yang lalu, di tanggal 23, adikku berulang tahun yang ke-17. Di sini aku akan cerita tentang dia. Hitung-hitung sebagai hadiah ulang tahunnya hehe. Aku bertemu dengannya waktu usiaku 3,5 tahun. Dia lahir di bulan Februari dan nyaris melalui operasi sesar. Kata mama, waktu di dalam kandungan, kepala adikku enggak mau turun sampai akhirnya dia muter sendiri waktu usia kandungan sudah besar. Sewaktu lahir, dia punya banyak nama panggilan, yang paling kuingat adalah adik kabau.  Sampai sekarang aku enggak tahu kenapa bisa begitu. Adikku waktu bayi terlihat seperti cowok. Mukanya judes dan mirip ayah. Sewaktu balita, hobinya mengamuk. Dia akan menangis kencang atau menjadi bawel yang berujung pada: dia ngantuk lalu tidur sendiri. Kebiasaan ini terus ada hingga sekarang. Heran. Kalau sudah menggerutu begitu aku biasanya menggoda dia yang punya perut buncit dengan bilang "Ibu hamil!" (sebenarnya norak banget si...

Babak #23 - Kena Revolusi Barang Elektronik

Manusia zaman sekarang pasti enggak bisa lepas dari yang namanya barang elektronik. Begitupun dengan aku. Selama 20 tahun, ada banyak sekali yang berubah dan cepat sekali. Mau enggak mau aku harus fleksibel mengikuti arusnya. Lelah~ Aku masih ingat pertama kali punya komputer di rumah tuh masih berbentuk kubuk segede gaban. Aku senang sekali main PacMan terus ngotak atik wallpaper Windows 98 (atau XP ya? Lupa) jadi pemandangan laut atau padang rumput hijau. Di zaman itu HP mama dan ayah masih Nokia yang layarnya belum ada warnanya hahaha. Belum kenal lagu MP3; dengerin ringtone yang itu-itu aja udah seneng. Dulu temen-temen aku di TK udah banyak yang nenteng HP Nokia lebih dari satu dan casing- nya keren bisa diganti gambar kartun! Boro-boro beli HP, aku beli sepatu yang ada rodanya aja enggak dibolehin hahaha. Teknologi makin canggih waktu aku SD. Di sekolah ada pelajaran Komputer, yang mana aku belajar ngetik di Word, PowerPoint, dan Excel. Inget banget tugasnya dulu bikin me...

Babak #22 - Terlalu Sensitif~

Gambar
cr: theodysseyonline.com Aku enggak pernah benar-benar menyadari kalau diri ini sungguh sensitif sampai aku membaca tulisan-tulisan tentang INFJ di Pinterest. Wah, bener juga , kataku dalam hati. Pantesan. Sejak kecil, aku sangat perasa. Ada satu cerita yang agak samar aku ingat, tapi mama ingat sekali. Jadi waktu itu aku masih playgroup. Biasa lah ya, isinya bocah-bocah yang masih gemar gebrak meja dan teriak-teriak enggak jelas. Seorang temanku, cowok, seperti ngambek gitu terus melakukan hal yang aku sebutkan tadi. Aku yang duduk agak jauh tapi berjiwa rapuh ini tiba-tiba nangis karena mengira tuh anak marah sama aku HAHAHAHA. Terus bu guru laporan deh ke mama. Enggak lama dari masa itu, yakni saat duduk di bangku taman kanak-kanak, aku diceng-cengin sama guruku karena ikut fesyen show  dan berpasang-pasangan. Udah latian-latian... eh ngambek akunya HAHAHA. Langsung stop latian berhari-hari. Eh, enggak lama akunya minta latian lagi hehe. Sensitifnya aku juga berl...

Babak #21 - Tanya

Gambar
cr: tumblr Bagaimana Bagaimana aku bisa bernafas lega, Jika selama ini kamulah udaranya Bagaimana aku membangun realita, Jika semua yang aku mau hanya jadi khayalan semata Padahal kamulah semesta Kamu, Orang asing yang hadir tanpa permisi dan basa basi, Dengan mudahnya mengusik hati dan logika Padahal, Aku sendiri tidak mengerti Aku bingung Hilang arah Tentang semua hal soal perasaan Suka, Sayang, Cinta, Kagum, Benci, Obsesi... Di mana batasnya? Sampai di mana aku bisa menginjakkan kaki? Sampai di mana aku layak berdiri? Sampai kapan aku harus berhenti? Ini tugasmu Karena kamu adalah alasan dari semua pertanyaan Tapi aku adalah liyan Yang melihatmu saja rasanya semu 200219

Babak #20 - Cash vs Cashless

Gambar
duit~ Sekarang, di kantin kampus bisa transaksi pakai kartu. Debit lah, e-money  lah, Brizzi lah, Go Pay lah; apa-apa serba nontunai. Menurutku bagus sih, tapi... Tapi, aku yang terbiasa dengan kebiasaan jadul yakni bayar-bayar pakai uang tunai. Kalau enggak pegang duit nyata rasanya kayak beneran enggak bawa uang. Hampa (yha). Masih banyak toko yang belum ada layanan nontunai; ya meskipun sekarang makin marak tapi tetep aja kalau uang tunai tuh masih dibutuhin banget. Makanya bodo amat kalau harus antre di ATM uwemen demi mengambil sepeser dari pundi rupiah. Bodo amat kalau mesti antre di kasir dulu sebelum ambil makanan. Yang penting bayar hehehe. Bagiku cashless  itu oke tapi enggak bener-bener bisa mengganti transaksi tunai. Kalau buat bayar Gojek, Grab, atau tol ya pas karena akan lebih efisien dari segi waktu dan lebih aman juga. Tapi uang tunai juga perlu buat bayar-bayar sesuatu yang nilainya kecil (ya kalau belanja ciki 1 di Indomaret enggak usah pakai flas...

Babak #19 - Vlog vs Blog

Gambar
Jadi ini sebuah vlog iseng yang aku buat setelah liputan Sabtu lalu hehe. Jangan lupa mampir, like, komen, sebskraib. Bicara soal blog dan vlog, ingatanku melayang pada perkataan seorang guru waktu aku SMA (atau dosen kuliah? aku lupa). Ketika itu tren vlog sedang merangkak naik, menggeser eksistensi blog. Katanya, zaman sekarang enggak ada lagi yang baca blog. Semua lebih suka apa-apa visual. Tapi zaman emang enggak bisa bohong. Dari obrolan di seminar, aku mendapat penjelasan yang sama: tren digital mengubah kebiasaan dari lihat tulisan saja menjadi lihat gambar saja. Tulisan atau cerita diubah jadi video atau infografis. Sekali lagi, semua serba visual. Ini pasti gara-gara Instagram , pikirku jeles. Yaiyalah, lama-lama aku jadi ogah menulis blog karena enggak ada yang baca. Makin mandek  karena terlalu idealis mau nulis doang, pengen dibaca, tapi enggak mau ikut berubah seperti diisi foto atau video apa kek. Kemudian aku ikut kebawa arus digital (anjay). Aku j...

Babak #18 - Nulis Itu Enggak Gampang

Gambar
foto: tumblr Menulis bukan perkara sekadar menggoreskan tinta di atas kertas, bukan juga soal tombol huruf yang dipencet hingga jadi bunyi yang ASMR banget. Menulis adalah soal ekspresi dan suara hati. Yang merangkainya ke dalam kata-kata merupakan hal sulit. Apalagi kalau sudah enggak ada ide. Katanya, modal biar tulisannya bagus itu harus rajin-rajin baca. Dan setelah aku perhatikan, memang kelihatan beda karakter tulisan temen-temen yang aku tau suka baca dan mana yang cenderung enggak suka baca. Cara olah bahasa, olah diksi, logika bahasanya, itu tercermin sih. Ada banyak orang yang pakai diksi susah banget (biasanya akademisi), menurutku mungkin itu pengaruh dari literatur yang dia baca. Balik lagi ke topik, nulis itu susah. Sepertinya sama seperti orang yang suka gambar, kalau enggak mood  ya susah ngerjainnya. Aku juga seriiing banget merasa seperti itu. Yang paling susah itu mulainya! Kalau udah nulis satu-dua kalimat aja, udah deh bisa ngalir. Nulis berita ju...

Babak #17 - Sabtuku Berfaedah: Diskusi Seru tentang Media dan Disabilitas

Gambar
Orang-orang Keren Akhirnya, Sabtuku berfaedah. Sore tadi aku hadir di sebuah diskusi yang diadakan oleh Remotivi & Jakarta Barrier Free Tourism. Senang sekali karena temanya bagus dan rangkaian acaranya keren. Sebelum diskusi, ada acara cobain fasilitas umum bersama temen-temen disabilitas. Sungguh menariq~ Sayangnya aku kesiangan berangkat dari Rawa Buntu. Harusnya setengah dua sudah di Tanah Abang -- itu starting point nya -- tapi jam segitu baru otw  ke Rawa Buntu. Yasudah, aku sama Odri menyusul rombongan di Stasiun Palmerah. Wah, enggak lama, ketemu sama mereka dong. Kita mikir, ini benar enggak, ya, rombongan Remotivi?  Lalu tiba-tiba ada Mas Roy, dosenku yang juga Direktur Eksekutif Remotivi, manggil dan ajak gabung ke rombongan. "Weh, yok! Berdua aja?" Tanyanya. Aku sama Odri terus ikutan jalan deh. Ternyata enggak mudah bagi pengguna kursi roda untuk naik-turun KRL. Sebelum keluar stasiun, kami menunggu temen-temen yang pakai kursi roda terlebih dahulu...

Babak #16 - Menjadi Posesif

"Aq gak suka kamu jalan sama dia! Kamu ngapain sih bolak-balik telepon makhluk hidup itu? Pokoknya kamu cuma boleh sama aq!" Hayo, siapa yang pernah cemburu? Aku juga pernah dulu waktu aku punya pacar (yha). Kadang ada hal kecil yang bikin kita jadi senewen kalau doi bersama cewek lain. Padahal itu cuma untuk urusan kerja atau terlibat hal profesional lain. Yang bahaya, kalau cemburu-tanda-sayang itu dipakai untuk membenarkan rasa posesif. HmMmm. Dua orang yang terlibat hubungan pasti punya dong rasa memiliki satu sama lain. Enggak cuma kenyamanan, tapi juga komitmen. Dua-duanya juga saling jaga. Yang jadi masalah, apakah menjaga  itu sebagai rasa protektif atau posesif? Di KBBI , posesif artinya bersifat menjadi pemilik dan disamaartikan dengan rasa cemburu. Kalau cemburunya masih wajar, ya enggak apa-apa. Katanya sih itu bukti cinta. Tapipipi kok doi udah mulai masuk ke kehidupan pribadi dan mengutak-atik hidupmu? Yakin, cinta? Ada banyak cerita dari temen-temenku y...

Babak #15 - Usia 20

Gambar
Suatu keindahan subuh. Sudah 8 bulan jadi manusia berusia 20 tahun. Waktu berganti, masa depan menanti, jangan cepat-cepat dimasukkan ke hati. Apasih. Mari kita bedah apa-apa saja yang terjadi ketika menapaki usia dua-dasawarsa. Sebetulnya aku juga kurang paham apa yang tiba-tiba berubah waktu baru genap 20. Ternyata, enggak ada. Hehe. Tapi, Sambil berjalan, usia 20 ternyata sedikit banyak mengubah kita. Yang biasanya tanpa kita sadari. Ada banyak hal yang kita pelajari. Lebih dari belajar membuat penelitian kuantitatif dan statistika -- yang memabukkan -- ada hal lain, seperti belajar membuat keputusan sendiri, belajar memecahkan masalah, dan yang paling penting: belajar mengalahkan ego. Ini yang paling susah. Satu semester kemarin aku menyadari aku enggak banyak berbeda dari usia sebelumnya. Masih childish . Sedikit-sedikit ngambek. Kemudian aku berpikir, ini harus dialihkan. Akhirnya aku menulis jurnal sebelum tidur yang isinya sambat, unek-unek, dan curhatan random ...

Babak #14 - Pilih Hujan atau Panas?

Gambar
Langit Senja dari Sebuah Rest Area Mana yang kamu suka? Cuaca yang dingin dan langit mendung atau sebaliknya, berawan dan panas? Aku bingung kalau disuruh pilih, soalnya dua-duanya punya efek yang beda-beda di tiap hari. Maafkan topik ini sungguh random  tiba-tiba terbesit di pikiran. Hujan Aku suka hujan di malam hari. Bukan karena bikin galau, tapi lebih ke suasana yang otomatis romantis nan melankolis (yha). Coba, deh, liat jendela, di luar udah gelap, tapi pantulan cahaya lampu di bulir-bulir air di jendela itu seakan mengajak rehat. Kayak bilang "Udah, tidur dulu, kamu capek." Terus ingat-ingat kenangan, deh. Aku paling suka kalau hujannya sepanjang malam dan begitu pagi udaranya jadi lebih segar dari biasanya. Enak aja, gitu. Tapi paling enggak suka kalau siangnya luar biasa panas, tapi tiba-tiba hujan deres banget. Yang terjadi adalah cucianku yang sudah kering sekali, lalu basah banget. Biasanya sih karena aku enggak sempat masukkan ke kamar. Hehe. Pasrah. P...

Babak #13 - Cerita-cerita dengan Ojol

11.25 PM Halo, aku baru sampai dorm nih. Tadi rapat sampai diusir-usir. Di SDC diusir secara halus karena bakal tutup. Terus ke Richeese dan ujungnya dapat hal yang sama. Setelah hari yang panjang, akhirnya aku pulang dengan ojol. Yah, meskipun susah sekali dapetnya -- dua kali cancel  huh. Bapak ojolku kali ini bernama Rudi. Di tengah gerimis, aku lihat beliau dengan jaket hijau ditutupi jas hujan plastik berwarna senada sedang berhenti dan mengedipkan sein. Aku berpisah dengan temanku lalu menghampirinya. "Pak, maaf saya pakai rok ini duduknya miring," kataku. Lalu beliau sigap bersiap-siap. Tak jauh dari situ beberapa orang dan satpam SDC nongkrong dan teriak seperti menggodaku. Ah, basi. Baru jalan, Pak Rudi langsung membuka percakapan. "Dapetnya jauh sekali, tadi saya di Darwin (cluster). Saya mah hujan-hujan juga tetep jalan, Neng. Nggak masalah," katanya. "Iya, Pak. Rejekinya ya Pak," jawabku. Aku kemudian cerita tentang dua ...

Babak #12 - Surat Untuk Diri Sendiri (A Letter To Myself) 1

Gambar
Bukan foto hari ini, tapi tak mengapa. Halo, self, Hari ini kamu sudah bekerja keras. Sugohaesseo . Ada satu matkul hari ini dan cukup berat karena materinya tentang Ms. Excel, tapi kamu berhasil melewatinya. Meskipun kamu seorang pelajar yang lamban hehe. Kamu takut tertinggal, kamu merasa terancam sampai ingin memaki temanmu yang sudah selesai duluan, tapi kamu akhirnya sampai di garis ujung yang sama. Kamu bekerja dalam diam dan begitu seriusnya hingga dahimu mengerut. Sesekali kamu menggoda Chaca yang sama bingungnya dan sama telatnya denganmu; untuk menghilangkan beban, mengaburkan pertanyaan soal "Kenapa aku harus meribet-ribetkan data yang bisa tinggal dimasukkan ke grafis dsb?"--pertanyaan bodoh. Pagi tadi kamu datang ke kampus sangat awal, padahal kelas dimulai pukul dua. Kamu datang telat menjaga stand  micin karena salah lihat jadwal, kemudian mengurus m-banking yang untuk itu harus mengantre saaangat lama di BCA Express sampai kamu gusar dalam hati. Ra...

Babak #11 - Menghirup Dapur 'Aroma Karsa' yang Sedap!

Gambar
Satu lagi mahakarya dari Dee Lestari (Foto: goodreads) Semenjak Supernova tamat, aku mikir-mikir buku yang seperti apalagi ya yang bakal keluar dari tangan Dee? Enggak lama setelah itu, Dee kasi teaser  di Instagram. Novel berjudul Aroma Karsa  waktu itu sedang proses revisi. Eh, tiba-tiba aja sudah terbit. Dalam hati aku janji sama diriku sendiri untuk baca itu nanti hahaha. Kemudian aku enggak sengaja menemukannya di perpus. Yey~ Aroma Karsa  terbit tahun 2018 lalu dan hadir dalam bentuk novel tunggal, berbeda dengan Supernova yang punya enam buku. Novel ini tebal, mirip sama Inteligensi Embun Pagi. Sampulnya kertas biasa (untunglah, karena kalau hardcover dijamin mahal banget). Buku keluaran Bentang Pustaka ini terdiri dari 724 halaman yang dibagi menjadi 61 bab. Novel Aroma Karsa  bercerita tentang obsesi Raras Prayagung untuk mencari Puspa Karsa -- tanaman sakti yang sarat misteri dan hanya bisa dideteksi dengan aroma. Raras lalu bertemu dengan pria b...

Babak #10 - Musik Live Selalu Gokil

Gambar
Maaf blur. Dia Ari Lasso dan teman duetnya. Hari ini aku menonton lomba band  yang diadakan oleh sekolah menengah di Tangerang gara-gara Alya yang minta ditemani menonton doinya lomba. Aku sama Alya duduk di dalam kedai kopi. Kita menonton kelompok-kelompok yang unjuk gigi di atas panggung sambil menunggu giliran band nya Ayrell. Dan seperti yang sudah-sudah, menonton musik secara langsung enggak pernah gagal kasi euforia yang beda dari mendengar via Spotify. Dulu, di Bali, aku cuma pernah menonton acara musik -- selain artisnya datang untuk ultah sekolahku -- dan yang paling aku ingat adalah menonton Rizky Febian di MBG. Waktu itu lagu doi baru ada yang Kesempurnaan Cinta terus dia nyanyi bareng Barsena. Norak sekali rasanya lihat artis ibukota sedekat itu, sampai rela memenuhi memori ponsel dengan video penampilannya. Setelah kuliah di Serpong, kesempatan nonton musik secara langsung kemudian berdatangan. Bisa dari liputan tugas kuliah atau liputan untuk Ultimagz. Engga...

Babak #9 - Yang Dilakukan di Akhir Pekan

Gambar
cr: tumblr Di akhir pekan, biasanya aku habiskan di kamar sambil mengerjakan sesuatu. Biasanya aku malas ke mana-mana kecuali ke Giant, Alfamart, atau pasar jika bahan pangan sudah ludes. Alasannya, karena hari-hari sebelumnya (nyaris selalu) di kampus dan bisa sampai malam. Maka dari itu, energiku dicas lagi dipenghujung minggu. Jadi, ngaps aja sih kalau gabut gitu? 1. Nyuci Baju Setelah bangun pagi, yang biasa aku lakukan adalah mencuci pakaian yang kecil (hijab, pakaian dalam, kaos rumah atau daster, dsb dsb). Jadi, ya, isi ember dulu, rendam dulu, baru cuci. Karena lama, aku sekalian mengerjakan hal lain terlebih dahulu. 2. Masak Nasi Nah, sambil menunggu detergen terserap dengan baik, aku masak nasi dulu untuk dua kali makan (siang & malam). Takaran beras : air = 1 : 1,5 (dalam cup) ini untuk versi 'pulen' aku; kemudian masuk ke mejik jer kecil. Ini sangat bermanfaat sekali bagi kalian yang ingin hedon sekaligus menghemat. Duit nasinya bisa ke jajan yang la...

Babak #8 - Mencari 'Passion'

Gambar
Sudah ketemu, passion- nya? Kalau ditanya " Passion kamu apa?" Kira-kira pada jawab apa, ya? Sudah ketemu, kah? Atau masih mencari? Ayo, coba lihat lagi, siapa tau akan diperlukan segera. Memang, nyari passion  itu enggak gampang. Eh, tapi passion itu apa ya... Daripada jadi antiklimaks, mari kita lihat definisinya dari  artikel ini . Yang aku tangkep, passion  itu rasa senang kalau kita melakukan sesuatu. Tolak ukur sesuatu bisa dianggap sebagai passion  itu ada banyak. Misalnya hal itu kalau dikerjakan bikin kita antusias, yang enggak bikin bosen, menantang, sampai kita enggak segan melakukan itu seumur hidup kita. Kedengarannya cringe , sih, tapi yang ditulis dari laman psyline.id ya itu. Passion  itu bisa hadir dari hobi. Namun bukan berarti hobimu adalah passion -mu. Bisa aja kesenangan yang kau sebut hobi itu hadir di saat-saat tertentu saja, contohnya untuk mengisi waktu luang. Berbeda dengan passion  yang seakan-akan enggak mikir lagi k...

Babak #7 - Tentang Hari Ini

Gambar
Ayo, Istirahat Dulu. Seharusnya ini hari libur buatku. Kuliahku cuma tiga hari dan Rabu bukan salah satunya. Tapi tetap saja harus ke uwemen demi beberapa hal. Sejak ba'da subuh aku terjaga demi menonton The Devil Wears Prada karena itu bahan tugasku. Setelah menyelesaikan urusan pagi di uwemen, aku langsung pulang dan lanjut nugas lagi. Sebab sore hingga malam enggak akan ada waktu lagi. Di tengah keresahan tentang akankah tugasku selesai, si Odri tiba-tiba ngechat. Katanya dia pingin ke SMS. Wow, sangat random , pikirku. Dia bilang ada promo Starbucks! Omo, aku langsung terpikat. Apalagi yang diskon adalah matcha latte, minuman dengan rasa jejepangan kesukaanku (setiap ke Chatime pasti belinya itu). Karena aku adalah sobat misqueen yang hanya datang ke Sbux kalau diskon doang, maka aku iyakan ajakannya. Pukul 16.00 lewat, aku otewe. Harus segera sampai, soalnya aku dan Odri harus dateng tepat waktu untuk rapat pleno yang mulainya 17.00. Sementara itu Odri masih terjebak ...

Babak #6 - Kuliah Itu Penting

Gambar
Jangan Lupa Belajar! Dulu, menjelang UN SMA, semua orang di kelas pada stress. Pada bete karena pelajarannya susah, tapi harus lulus. Jadinya keluar, deh, kata-kata "Aku mau nikah aja!" Ya, ya, aku juga termasuk golongan sesat itu. Tapi enggak kesampaian. Sebab, kuliah bagi aku lebih penting daripada ngegas nikah padahal enggak tau mau sama siapa. (kenapa enggak jelas sekali lead ini) Bukan berarti yang enggak kuliah itu buruk. Kalau kalian lebih memprioritaskan kerja duluan atau hal lain daripada kuliah, ya monggo. Di sini aku mau cerita kalau apa yang didapat dari kuliah itu perlu banget buat kehidupan kita. Ada yang bilang, cari ilmu itu bisa dari mana saja. Enggak perlu sekolah formal pun jadi. Akupun setuju dengan ini. Namun, ada beberapa hal yang -- mungkin -- enggak bisa didapat di luar kuliahan. Yang pertama, kalau kita kuliah, kita belajarnya lebih terarah dan rutin. Dalam seminggu bisa jadi enggak penuh setiap hari ke kampus, tapi ada jadwal pastinya, kan...

Babak #5 - Kenapa 'Ujay'?

Gambar
"I have no idea." Namaku Nabila Ulfa Jayanti. Kesemuanya muat kalau diisi di Lembar Jawaban Komputer. (kecuali LJK-nya Primagama, karena kertasnya kecil jadi harus disingkat). Waktu aku kecil sampai SMP, temen-temen panggil aku Nabila. Di rumah dan keluarga, aku dipanggil Bila dan kombinasinya -- Mbak Bila atau Dik Bila. Keadaan kemudian berubah ketika aku SMA. Twitter sedang booming  saat SMP akhir; aku juga enggak mau kelewatan bikin akun. Awalnya namanya alay gitu kayak bagian namanya diulangi. Biasa, ngikutin temen. Punyaku jadi @nabnabila13. Terus, ada zamannya semua orang pada singkat-singkatin nama. Nah, di situlah awal mula kata Ujay. Nabila   U lfa Jay anti = nabilaujay! Jadilah itu username Twitterku sampai sekarang. Setelah Instagram masuk, aku juga menjadikan nabilaujay   sebagai username dan sepertinya enggak pernah ganti dari zaman alay. Waktu SMA, enggak ada angin enggak ada ujay (yha) tiba-tiba temen ekskulku suka manggil Ujay di sekolah. K...

Babak #4 - Independen

Gambar
Foto: 1sigfridsson.com Pernah enggak saat kalian lagi duduk sendiri atau lagi jalan sendiri, ada orang yang tanya "Kok sendiri aja?"? Sama, aku juga. Mungkin semua orang juga pernah dapat pertanyaan basa-basi yang sama. Ada yang nanggepinnya biasa aja dan ada juga yang baper. Menurutku ada dua tipe orang di dunia ini: 1. Suka sendirian atau biasa aja kalau sendirian. 2. Enggak suka sendirian atau enggak biasa-biasa aja kalau sendirian. Tipe yang pertama adalah mereka yang sendirian karena memang pingin sendiri aja (barangkali mereka introvert) atau teman-teman mereka kebetulan lagi enggak bisa nemenin. Aku termasuk di dalam tipe ini. Di kampus, jadwal kegiatan aku dan temen-temenku sering beda. Misalnya kuliah samaan selesai jam 2, setelah itu aku mesti ng-aslab, terus Caca ketemu sesama koor panitia, Audrie ketemu narasumber untuk Ultimagz, atau Alya yang pergi liputan untuk UNS. Kadang mereka bertiga sudah enggak ada kegiatan lagi lalu pulang dan aku gabut nung...

Babak #3 - Pinterest > Instagram

Gambar
Aku dan Pins-ku Hari gini siapa sih yang enggak pakai Instagram? Aku sudah ada di Instagram dari SMA. Kira-kira tahun 2013, masih era alay. Aku penasaran, kira-kira anak-anak yang lahir tahun 2000an melewati masa alay enggak ya? Mungkin iya kali, ya buat yang lahir tahun 2000an awal. Tapi yang sekarang masih SD pasti bagus-bagus aja feeds nya hahaha. Lupa, anak baru lahir aja sekarang sudah dibikinin akun oleh orang tuanya. Semua suka main Instagram - ngestalk gebetan gampang, lihat produk kosmetik baru juga gampang, lihat aktivitas artis juga gampang, dan gampang-gampang lainnya. Setiap hari buka  story atau feeds  orang lain yang kita follow . Terkadang ada satu titik di mana aku merasa lelah sekali setelah buka-buka fitur di Instagram. Yang biasanya sering kejadian adalah setelah swipe-swipe   story  orang bermenit-menit, kepalaku langsung pening. Mataku sakit. Oke, aku memang punya silinder dan minus (meskipun kecil), tapi ini rasanya seperti pingin mu...

Babak #2 - Selera Musik

Gambar
Aku dan Playlist Absurd-ku Terkadang, aku heran sama seleraku (bukan, bukannya aku lebih pilih Mi Sedap daripada Indomie; keduanya aku suka). Soalnya aneh. Suatu hari aku tes kepribadian online versi Myer-Briggs. Setelah jawab puluhan soal, hasilnya aku punya tipe INFJ. Dari sekian banyak deskripsi, yang aku tangkap adalah INFJ itu weird . Enggak heran temen deketku bilang aku freak  ahahaha tapi bener ahahahahhahahahah. Aku seperti ada di tengah-tengah dua kutub. Kontradiksi. Kadang aku bisa pakai baju setomboi itu - hoodie dan sneakers - tapi di saat yang bersamaan aku pakai blush on  dan semangat ke Guardian buat cari diskonan lipstik. Ada hari-hari aku pingin pakai rok dan atasan pink ke kampus dan berbarengan dengan itu lagu-lagu My Chemical Romance jadi mood -nya. Kadang aku berusaha ngelucu dan berhasil, tapi sedetik kemudian usahanya jadi jayus. Kadang kalau ke Matahari, aku selalu suka lihat Hot Wheels (dan menyadari harganya naik terus dari 17ribu sampai s...