Babak #7 - Tentang Hari Ini
![]() |
| Ayo, Istirahat Dulu. |
Seharusnya ini hari libur buatku. Kuliahku cuma tiga hari dan Rabu bukan salah satunya. Tapi tetap saja harus ke uwemen demi beberapa hal. Sejak ba'da subuh aku terjaga demi menonton The Devil Wears Prada karena itu bahan tugasku. Setelah menyelesaikan urusan pagi di uwemen, aku langsung pulang dan lanjut nugas lagi. Sebab sore hingga malam enggak akan ada waktu lagi.
Di tengah keresahan tentang akankah tugasku selesai, si Odri tiba-tiba ngechat. Katanya dia pingin ke SMS. Wow, sangat random, pikirku. Dia bilang ada promo Starbucks! Omo, aku langsung terpikat. Apalagi yang diskon adalah matcha latte, minuman dengan rasa jejepangan kesukaanku (setiap ke Chatime pasti belinya itu). Karena aku adalah sobat misqueen yang hanya datang ke Sbux kalau diskon doang, maka aku iyakan ajakannya.
Pukul 16.00 lewat, aku otewe. Harus segera sampai, soalnya aku dan Odri harus dateng tepat waktu untuk rapat pleno yang mulainya 17.00. Sementara itu Odri masih terjebak macet di tol.
Aku mulai panik. Gocar-ku enggak sampai-sampai. Baca chat aja enggak. Yasudah, aku pesan lagi sekalian menunggu Odri. Sampai Odri selesai pesen minuman, barulah Gocar pesenan keduaku dateng. Ujung-ujungnya telat juga ke rapatnya.
Kami rapat sampai malam, sampai jalanan mulai mengurai keramaiannya. Aku lalu tiba di dormku pukul 22.00. Sungguh, aku lelah sekali dengan hari ini. Langkahku gontai menaiki tangga -- enggak perlu menghitung sudah di lantai berapa karena kamarku ada di paling atas. Pikiranku ke mana-mana dan batinku mulai meracau.
"Harusnya kamu tadi begini! Kamu harusnya ngomong! Kamu harusnya bisa kayak mereka! Kok kamu begini, sih?! Kok begitu?!"
Begitu kira-kira bunyi batinku.
Lalu aku termenung sembari menghapus sisa-sisa gincu dan alas bedak.
Lagi, mataku tak bisa menahan air yang berkumpul di sudut dan tepinya. Meleleh, jatuh ke ubin kamar mandi. Masih dalam diam -- siapa lagi yang bisa kuandalkan untuk bersandar selain semesta dan Penciptanya?
Dan di sinilah aku, mengetik dengan lagu Tulus -- yang hari ini konser -- diulang sampai tiga kali. Mengetik entah apa, tapi ingin curhat saja. Enggak apa-apa, ya. Setidaknya besok adalah hari baru. Yang berguna bagiku untuk mendulang semangat lagi.
Sampai jumpa besok, selamat tidur!

Komentar
Posting Komentar