Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Cukup (cerpen)

Gambar
 sudah terbit di tempat rahasiaku hehe tapi pengen publish di sini juga// --- taken 311217 "Suatu saat kamu akan memohon." Itu katamu, dua hari yang lalu. Waktu itu aku tidak bisa bilang apapun, malahan aku menunduk saja sambil melirik cimolku yang sisa 3 di plastik. Rasanya aku pingin minta maaf karena sudah merepotkan. Aku mungkin terlalu misterius sampai dia hampir menyerah. Setiap hari dia menghadapi kabut tebal. Menyibaknya sendirian. Memohon? Memohon apa? Memohon untuk kembali? Kabut tebal harusnya bukan hal yang pelik kalau dia mau lebih berusaha. Aku tidak sesulit itu. Mungkin, ini masih benar-benar mungkin, asa untuk mencinta sudah tidak lagi di dalam jiwanya. Apa aku egois? Bisa jadi. Bisa juga tidak. Tiga tahun. Nyaris seribu hari, sih, kalau saja aku tidak meruntuhkan ekspektasinya. Selama tiga tahun itu, ada sekitar sepertiganya bagai ajang uji kesabaran buatku. Empat wanita idaman lain. Tuduhan stalking. Tuduhan pelecehan seksual. Dan sebagainya, dan sebagainya....