Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Tragedi dan Ironi

26.280 jam yang lalu, kalau aku tak di situ, kalau kau tak di sana, semua akan berubah. 26.280 jam yang lalu, kalau mata kita tak bertemu, semua akan berbeda. 26.280 jam yang lalu, kalau aku tak jumpa dirimu, takkan ada kupu-kupu yang menari. 26.280 jam yang lalu, kalau aku tak sering melihat kearahmu, semua takkan begini. Iya, takkan seperti ini. Aku takkan segila ini. Menggilaimu, menunggu sosokmu, mencari keberadaanmu. Ekor mataku takkan otomatis menuju bayanganmu. Sekarang, 26.280 jam kemudian, kita berada pada satu tempat. Masih, ekor mataku masih mencari bayangmu. Kupu-kupu masih menari dalam bungkamku. Debaran gila dalam dadaku masih mengguncang jiwaku. Tapi kamu bergeming. Di sana. Diselimuti kejauhan. Tak bisa kuraih, tak bisa kutangkap. Ini makin gila. Harusnya aku pergi, membuang memori. Tapi aku tak bisa. Serpihan kenangan 26.280 jam terlalu banyak. Memenuhi pikiranku yang kosong. Apa kau percaya ini? Ini bukan omong kosong. Ini bagian dari 26.280 jam...