Babak #11 - Menghirup Dapur 'Aroma Karsa' yang Sedap!
![]() |
| Satu lagi mahakarya dari Dee Lestari (Foto: goodreads) |
Semenjak Supernova tamat, aku mikir-mikir buku yang seperti apalagi ya yang bakal keluar dari tangan Dee? Enggak lama setelah itu, Dee kasi teaser di Instagram. Novel berjudul Aroma Karsa waktu itu sedang proses revisi. Eh, tiba-tiba aja sudah terbit. Dalam hati aku janji sama diriku sendiri untuk baca itu nanti hahaha. Kemudian aku enggak sengaja menemukannya di perpus. Yey~
Aroma Karsa terbit tahun 2018 lalu dan hadir dalam bentuk novel tunggal, berbeda dengan Supernova yang punya enam buku. Novel ini tebal, mirip sama Inteligensi Embun Pagi. Sampulnya kertas biasa (untunglah, karena kalau hardcover dijamin mahal banget). Buku keluaran Bentang Pustaka ini terdiri dari 724 halaman yang dibagi menjadi 61 bab.
Novel Aroma Karsa bercerita tentang obsesi Raras Prayagung untuk mencari Puspa Karsa -- tanaman sakti yang sarat misteri dan hanya bisa dideteksi dengan aroma. Raras lalu bertemu dengan pria bernama Jati Wesi yang punya kemampuan ajaib -- indera penciumannya tajam. Pertemuan itu lalu membawa Jati pada kehidupan Tanaya Suma, anak Raras, yang juga punya kemampuan serupa. Satu demi satu rahasia masa lalu kemudian terkuak ke permukaan seiring dengan pencarian Puspa Karsa.
Jika kalian adalah penggemar Supernova, mungkin kalian akan notis kalau novel ini punya alur yang mirip. Aku kagum dengan cara Dee bungkus alur dengan endingnya yang enggak ketebak. Pada awalnya aku berpikir ini novel kok mirip-mirip yang sebelumnya, ya? Tapi setelah habisin isinya baru ketahuan bahwa keduanya -- Supernova dan Aroma Karsa -- berbeda. Yang paling menarik dari novel ini adalah cara Dee dengan cerdas meramu aroma-aroma. Kita sebagai pembaca diajak masuk ke cerita dengan membaui situasi yang menurutku berhasil. Ada beberapa bagian yang bikin aku seperti menghirup sesuatu sesuai deskripsi Dee. Unik banget, karena biasanya penulis mengandalkan penglihatan atau indera lain tapi indera penciuman sering luput--karena enggak gampang juga menulisnya.
Dee juga detil mengolah jalan cerita (seperti biasa) dan detil melihat perintilan kecil. Mulai dari istilah-istilah Jawa Kuno, istilah bahan kimia, sampai penjelasan soal latar cerita, semuanya mengagumkan. Situasi dari sudut pandang tokoh-tokoh penting juga dijelaskan dengan apik dan dimuat dalam bab-bab sendiri. Meski begitu, masih ada ruang bagi rasa penasaran pembaca yang bertanya soal kepingan-kepingan konflik.
Aku pingin kasi nilai 9.5/10 untuk novel ini. Aspek dengan nilai terbesar datang dari penutup cerita yang sudah bikin mulutku menganga saking syoknya dan ngomong "Kok jadi gini!?" . Intinya, Dee berhasil mengobati rasa kangenku pada Supernova dan berhasil juga menguarkan aroma sedap dari bumbu-bumbu diksi Aroma Karsa. Salut!
Di Gramedia buku ini dijual seharga 125 ribu. Kalau di onlen biasanya dapet diskon. Tapi, coba deh cek perpustakaan kampus kalian, siapa tau ada. Jadi gratis kan~

Komentar
Posting Komentar