Babak #14 - Pilih Hujan atau Panas?
![]() |
| Langit Senja dari Sebuah Rest Area |
Mana yang kamu suka? Cuaca yang dingin dan langit mendung atau sebaliknya, berawan dan panas? Aku bingung kalau disuruh pilih, soalnya dua-duanya punya efek yang beda-beda di tiap hari. Maafkan topik ini sungguh random tiba-tiba terbesit di pikiran.
Hujan
Aku suka hujan di malam hari. Bukan karena bikin galau, tapi lebih ke suasana yang otomatis romantis nan melankolis (yha). Coba, deh, liat jendela, di luar udah gelap, tapi pantulan cahaya lampu di bulir-bulir air di jendela itu seakan mengajak rehat. Kayak bilang "Udah, tidur dulu, kamu capek." Terus ingat-ingat kenangan, deh. Aku paling suka kalau hujannya sepanjang malam dan begitu pagi udaranya jadi lebih segar dari biasanya. Enak aja, gitu. Tapi paling enggak suka kalau siangnya luar biasa panas, tapi tiba-tiba hujan deres banget. Yang terjadi adalah cucianku yang sudah kering sekali, lalu basah banget. Biasanya sih karena aku enggak sempat masukkan ke kamar. Hehe. Pasrah.
Panas
Aku suka panas di siang hari. Alasannya karena cucian kering! Hahaha. Kalau langit cerah sekali sampai enggak ada awan, itu adalah favoritku. Soalnya kalau matahari terbenam biasanya bakal cantik banget. Warna jingga keemasan dengan sedikit biru muda--aduh, kesukaannya penikmat senja banget, kan? Tapi enggak suka kalau panasnya terlalu terik. Nanti bikin mukaku merah berhari-hari, seperti waktu liputan hari buruh. Dan kepalaku bakal pusing.
Mau panas atau hujan, rasanya mesti disyukuri aja apapun itu. Dulu, aku berpikir enak kayaknya tinggal di negeri 4 musim. Sekarang, kalau urusan cuaca, jadi mikir lagi. Kalau di luar, mau jalan mesti lihat perkiraan cuaca hari itu. Kalau di Indo? Sans! Kalau enggak panas, ya hujan. Tinggal di tempat tropis bikin kita enggak bener-bener ngurusin baju apa yang dipakai tiap hari atau takut kedinginan. Sans!

Komentar
Posting Komentar