Babak #20 - Cash vs Cashless
![]() |
| duit~ |
Sekarang, di kantin kampus bisa transaksi pakai kartu. Debit lah, e-money lah, Brizzi lah, Go Pay lah; apa-apa serba nontunai. Menurutku bagus sih, tapi...
Tapi, aku yang terbiasa dengan kebiasaan jadul yakni bayar-bayar pakai uang tunai. Kalau enggak pegang duit nyata rasanya kayak beneran enggak bawa uang. Hampa (yha). Masih banyak toko yang belum ada layanan nontunai; ya meskipun sekarang makin marak tapi tetep aja kalau uang tunai tuh masih dibutuhin banget.
Makanya bodo amat kalau harus antre di ATM uwemen demi mengambil sepeser dari pundi rupiah. Bodo amat kalau mesti antre di kasir dulu sebelum ambil makanan. Yang penting bayar hehehe.
Bagiku cashless itu oke tapi enggak bener-bener bisa mengganti transaksi tunai. Kalau buat bayar Gojek, Grab, atau tol ya pas karena akan lebih efisien dari segi waktu dan lebih aman juga. Tapi uang tunai juga perlu buat bayar-bayar sesuatu yang nilainya kecil (ya kalau belanja ciki 1 di Indomaret enggak usah pakai flash juga kali ya).
Pokoknya, biarpun di mana-mana ada promo cashback, uang tunai harus tetep disediakan. Ya siapa tau saldonya habis terus lupa?!?!
Baiklah, maaf tulisan ini sangat polos; idenya juga nongol tiba-tiba gegara lihat flash di atas rak.
Selamat malam, selamat membuat tugas!

Komentar
Posting Komentar