How To : Jadi Anti-Melankolis
Yeye, tahun 2015 sudah tiba! Saatnya
mengubur kenangan satu tahun kebelakang. Tapi jangan semua. Siapa tahu ada yang
bisa dipakai jadi referensi pelajaran ke depan. Tahun baru berarti harus ada
yang baru dong,ya. Misalnya baju baru, sekolah baru, semangat baru, temen baru,
gebetan baru, pacar baru, apa aja yang baru-baru. Tapi kalo masih sayang
ninggalin yang lama ya dipertahanin aja ya :p *apasih*
2015 dibuka dengan hujan dan
mendung di beberapa tempat. Ini bikin kesan galau nan melankolis, entah itu di
suasananya atau di hati orang *HAHAHA*. Tapi gak mengurangi serunya main
kembang api depan rumah atau cuma nonton langit kerlap kerlip penuh warna
sepanjang malam pergantian. Nah, berhubung saya punya target tahun 2015 harus
bisa menjauh dari galau, saya mau bagi tips gimana caranya bisa keluar dari “kemelankolisan”
and see how wonderful your life is. Tips ini kesemuanya dari pengalaman saya
dan cukup berhasil. Semoga bisa
berhasil di kalian juga, ya!
Jangan Dengerin Lagu Galau
Ini bener-bener pantangan besar
buat saya dan kalian yang lagi diet-galau alias pengen hari-harinya gak
dibayangi sama wajah doi. Dengerin lagu-lagu kayak I’m Not The Only One, If You Ever Come Back, The Man Who Can’t Be Moved,
Like We Used To, Seperti Yang Kau Minta, Bukan Dia Tapi Aku, Harusnya Kau Pilih
Aku, Pupus Kasih Tak Sampai itu dilarang. Gak sehat buat hati yang lagi
sakit. Daripada nambah luka, mending happy
aja. Saran saya pilih lagu-lagu yang nge-beat
dan liriknya asik buat goyang. Dan lebih mantep lagi kalau lagu-lagunya dateng
dari penyanyi favoritmu. Entah itu JKT48 atau Avicii atau Nia Daniati. Dijamin lupa
sama doi sejenak. Lagu anti-melow favorit saya:
Fall Out Boy – Thanks For The
Memories, The Kids Aren’t Alright, Centuries, Alone Together
Boys Like Girls – Love Drunk
30 Seconds To Mars – Closer To
The Edge
Taylor Swift – I Knew You Were
Trouble, Shake It Off, New Romantics, Blank Space, We Are Never Ever Getting
Back Together, Tell Me Why
AKB48 – Iiwake Maybe
NMB48 – Rashikunai
*masih banyak lagi di playlist*
Baca Buku dan Minum Teh Kala
Hujan
Hujan deras, eh gak sengaja
pikiran melayang ke pertama kali ketemu doi, terus melayang ke nilai fisika
yang anjlok, terus melayang ke perjalanan pulang tadi kena semprot air becek
sama mobil. Ngeselin? Jelaslah. Seketika suasana jadi suram gitu. Kalau selama
ini suka nemplok di jendela kamar, ngeliatin hujan terus galau gak jelas terus
khilaf karena gagal move on, mending sekarang ganti dengan baca buku apa aja
yang asik (baca buku pelajaran juga boleh, sekalian nginget-nginget pelajaran
tadi pagi) terus minum teh panas. Gila, ini favorit saya banget!
Ngejauhin Doi atau Hal yang Bikin
Galau
Awalnya sakit, ya. Gimana gak
sakit, orang yang ditunggu ternyata gak tahan sama tikungan tajam *HAHA aja*
*abaikan aja*. Tapi life must go on, man.
Gak mungkin stuck selamanya gitu aja.
Jadi, yeah, menjauhlah. Tahan aja
sakitnya, paling perih dikit tapi nanti juga bakal baik-baik saja. Menjauh dari
doi itu ada baiknya juga, bro. Hati jadi makin sehat nan kuat. Sebisa mungkin
hindari tatapan mata, hindari jalan yang sama, hindari stalking akunnya (...ini klise...), hindari melongokkan kepala ke
arah kelasnya. Hal selain doi yang bisa bikin galau ada yang bagusnya dijauhin,
kayak haters. Kalau punya haters di sekitar kita, biarin aja mau
bilang apa, biarin aja mau ngelakuin apa. Toh kita juga gak rugi, kok. Kalau misalnya
nilai jeblok bikin galau, bagusnya, sih, jangan dijauhin. Hadapi saja. Semakin menjauh,
semakin susah kita dapet nilai bagus. Terima aja kita dapet hasil berapapun. Kalau
mesti remidi, ya remidi aja. Remidi bukan berarti kita bodoh, kok. *tapi jangan
keterusan juga*
Lakukan Hal yang Kita Suka
Daripada bengong ngegalau dan
tau-tau kesambet, mendingan kita lakukan hobi kesukaan. Kalau suka baca,
silakan baca sebanyak-banyaknya. Kalau suka berkebun, silakan bikin rumah jadi
lebih hijau, jangan mau kalah dari rumput tetangga. Kalau suka nulis, tulislah
tentang apa aja, mau di blog atau buku harian, asal jangan di tembok kamar. Kalau
suka main alat musik kayak gitar dsb, mainin lagu anti-melow. Dengan mengalihkan
perhatian ke sesuatu yang lebih yahud kayak gini, kita bisa lupa deh buat
ngegalau.
Kita Masih Punya Orang yang
Sayang sama Kita
Lihat sekitar. Ketika saya atau
kalian sibuk dengan dunia “aku-dan-doi” saban hari, saya ngerasa gak terlalu
peduli dengan teman-teman dan terpaku sama dunia satu itu. Bodoh banget. Dan ketika
dunia “aku-dan-doi” kadaluwarsa saya baru sadar *kemana aja, mbak?*. Saya (dan
pasti kalian juga) dikelilingi sama orang-orang yang kita sayangi, entah itu
ortu, adik-kakak, atau temen sekelas. Yang pasti mereka selalu asyik dan enggak
ada kadaluwarsanya. Waktu itu saya galau banget, saya punya temen-temen yang
setia dengerin saya curhat dari A sampai Z. Sampai ditraktir segala. They always
know how to cheer me up *sok nginggris*.
Buka Mata
Saya tinggal di Bumi. Kamu juga.
Dan Bumi itu tempat tinggal milyaran orang, bro. Jadi, kalau selama ini cuma
fokus sama satu orang yang salah, itu memang benar-benar kesalahan besar, bro. Ayo,
buka mata! Masih ada banyak cogan dan cewek cantik yang bisa digondol bawa
pulang.
Tips
dari saya segitu dulu, ya. Silakan tambahkan sendiri sesuai keinginan, makin
banyak, makin besar peluang buat keluar dari “ke-gagal-move-on-an”. Ganbatte
kudasai!
Komentar
Posting Komentar