You-Know-Who | Kamu-Tahu-Siapa

Bukan, gua bukan lagi ngomongin si voldy. Ini lebih kompleks dari sekedar avada kedavra. Penting. Urgent.

Lempar-balik sedikit ke tahun sebelum-sebelumnya, hari valentine gua nggak sepi-sepi amat. Ada aja yang 'nemenin'. Well, bukan pacar juga, sih. Pokoknya ada, deh. Sepanjang tahun hape gua nggak pernah benar-benar sepi. Ada orang spesial yang bikin rame terus. Pertengahan tahun 2016, hape sudah makin sunyi. Awalnya, terus terang, kerasa aneh. Seperti ada yang hilang gitu. Yang ramein malah grup-grup untuk urusan kampus dan beberapa akun fans kpop. Orang spesialnya udah punah (((punah))). Bukan punah dalam artian harfiah juga, sih. Yah, pokoknya, jauh jauh jauh lebih sepi.

Tapi dari kesepian itu *asek*, banyak hikmah yang bisa gua ambil.

Gua bisa lebih membumi. Maksudnya, selama ini gua kurang aware sama keadaan sekitar, sama perasaan temen-temen di sekeliling gua; pokoknya dulu lebih apatis. Oke, gua memang orangnya cuek, tapi kali ini gua ngerasa lebih deket lagi aja gitu sama mereka. Pikiran gua nggak lagi terfokus sama "Doi lagi apa?" "Udah makan belom?" atau mikir kenapa doi nggak bales chat. Fulltime  untuk kuliah dan keluarga. Dan oppa. Hehe. HEHEHE.

Nggak cuma itu, gua juga lebih mengenal diri gua sendiri kayak gimana. Selama ini kan kita kayak bingung nyari identitas kita yang sebenarnya tuh siapa. Nah, karena udah fokus sama diri sendiri, gua jadi ngerti gua ini orangnya lebih introvert. Bukan ansos, loh. lol. Gua mudah berteman dengan siapa aja, tapi enggak bisa deket banget dengan semua orang. Jadi yang paling-paling deket ya cuma satu dua. Dan selalu begitu sejak SD. Gua biasa aja kalau pergi ke toilet sendiri, ke kantin sendiri. Kalau ada di tempat baru, ya, takut pasti ada, tapi gua nggak banyak mikirin "aduh gimana ya?" atau lainnya. Yang gua bilang tadi, gua orangnya cuek. Jadi nggak peduli bakal gimana-gimana ya pokoknya jalanin saja lol.

Gua juga orangnya selow, bukan tipe panikan kalau nilai ulangan salah periksa atau dapet tugas hari ini dikumpul besok. Yaudah, jalanin aja dulu #ea. Kalau orang lain mungkin bilangnya gua jutek dan pendiem di awal - hahaha - percayalah itu cuma cover. If you get to know me better, you'll see. Memang bener, first impression orang tuh guanya galak, jutek, songong, dan pendiem. Well, gua emang cuek. Itu jadi kelebihan plus kekurangan buat gua. Misalnya orang ngatain apa, yah, gua suka kacangin aja. Tapiii, itu jadi hal buruk buat gua ketika nerima kritik. Orang lain mau perbaikin gua, tapi guanya nganggep itu omongan biasa. Padahal bisa jadi saran yang baguz.

Sampai sekarang gua masih bingung, sebenernya gua ini tomboy atau feminin. Kayaknya setiap orang punya dua sisi itu, ya? Gua nyaman - kelewat nyaman, malah - kalau pake celana dan kaus aja buat jalan. Make up? Secukupnya. Gua suka banget nonton tutorial make up di YouTube, tapi suka nggak pede pakai make up sendiri lol. Bedak, liptint atau lipstick tipis, kelar. Kalau niat, ke kampus pakai bb cream atau maskara. Pakai rok? 80% dipastikan selama kuliah berbulan-bulan ini gua nggak pernah pakai rok. Kecuali celana sedang di-londri.

Bah. Kalau gua tulis semua, bisa mabok.

Dari bahasan basi di atas, gua cuma pengen bilang: being alone is ok. Because that's the way we think about ourselves deeply - like literally, you'll find out who you actually are. Sebelum menuju pacaran, ada baiknya kita mencintai diri sendiri dulu, ngerti mau diri elu kemana, jadi ketika udah 'sah' jadi pacar, nggak ada tuh namanya ikut-ikut kata pacar (yang bikin kita jadi hilang identitas pribadi). If they ask us to be anyone else, buat apa? Hidup hidup kita sendiri. Nggak ada urusannya sama pacar. Asyique.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

^^

Things That Make Me Happy♡

TAYVIN ENDED