Rantau Life #7 : Puasa 2018

Assalamualaikum!
Setelah vakum berbulan-bulan akhirnya gua nulis rantau life lagi. Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kesempatan sama Allah untuk menyicipi indahnya bulan Ramadhan, meskipun tanpa keluarga (lagi).

Bulan puasa kali ini bertepatan dengan minggu-minggu menjelang UAS yang tentunya menguras tenaga. Tugas-tugas gua nyaris semuanya ber-deadline di sana. Sebenarnya sama saja seperti tahun lalu, yang mana minggu-minggu terakhir masuk juga bertepatan dengan bulan puasa.

Bedanya, sekarang gua ada di semester 4.
Yang mana sudah masuk level intermediate.
Tugasnya lebih njelimet dan bejibun.
Jangan kira anak jurnal kerjanya 'cuma' ngomong, yah.
Editing video siaran berita Mayday, bikin layout majalah, pokoknya liputan mo weekdays mo weekend sampe skip kelas, editing siaran radio, bikin web dari coding sampai artikel rampung, belum lagi dimarahi narasumber, liputan jauh-jauh terus disuruh ulang sama dosen, etc etc.

Oke, mungkin gua terdengar seperti ngeluh banget like no others lol.
Tapi serius ini fakta coy.
Dan mungkin kalian juga mengalami hal yang sama atau bahkan lebih melelahkan dari itu.

Di kampus, enggak cuma belajar doang. Gua juga ikut kepanitiaan dan organisasi.
Dari hari awal puasa sampai sekarang pertengahan, cobaannya begitu besar.
Maka dari itu hakikatnya puasa bukan sekedar nahan lapar dan haus,
Yang paling susah tentu saja, menahan amarah.
Ada banyak hal yang terjadi mulai pagi hari, bete karena temen sekelompok enggak kooperatif dan guanya egois. Terus menghadapi orang lain yang nyebelin, blabla. Harus inget istighfar.

Nih, misalnya semalem gua balik dari kampus jam 8. Terus gua melakukan sesuatu (mandi dsb dsb) sampai jam set10.
Barulah gua pegang tugas, saking banyaknya dan sering ke-distract, gua baru kelar jam 11 atau jam 12. Pernah sekali gua tidur jam 2. Kemudian bangun sahur jam 3 atau jam 4. Kuliah sampai sore atau malam. Dan gitu seterusnya.
Beberapa kali gua skip makan sahur, beberapa kali gua gemeteran karena cuma tidur dua atau tiga jam.
Beberapa kali nangis kayak ya Allah ini kapan kelarnya banyak banget. Kemudian insecure nyalahin diri sendiri, nyalahin orang lain, takut nggak kekejar tugasnya. I was freaking out.

Setiap kali hampir jam buka puasa, gua berusaha beli makan dulu sebelum rapat sampai malam. Belum juga buka, biasanya gua langsung mikirin sahur makan apa. Enggak seperti mungkin kalian yang di rumah, tinggal dengan orang tua, apa-apa sudah ada kita tinggal duduk manis dan makan. Tarawih, kalau di rumah biasanya ramai-ramai ke musholla dengan keluarga atau di rumah, sekarang lebih sering sendiri. Kalau enggak sempat, di kamar dormi.

Tadi gua bilang di atas kalau kadang gua enggak sengaja ngeskip sahur. Dan sering kali, makanan yang udah gua siapin ya alhasil seharian di kulkas atau magic jar. Nantinya gua makan untuk buka atau sahur selanjutnya. Kalau belum basi ehehe.

DAN yang menyenangkan adalah
Gua akhirnya berhasil ketemu ust Hanan Attaki~
Alhamdulillah ya Allah seneng banget bisa sholat bareng dan gabung di tausiahnya.
Waktu itu gua sempat pengen banget dalam hati 'suatu saat gua harus bisa dateng ke acara doi'.
Nggak nyangka, parah!
Meskipun pantat harus sakit karena naik motor ke Jkt 2 jam tapi worth it banget yuhu.

Alhamdulillah.

Apapun yang terjadi di bulan puasa ini, kita semua harus bersyukur.
Nggak semua orang bisa buka dan sahur dengan makan enak,
Nggak semua orang bisa ditelepon nyokap 'Tadi buka pakai apa?'
Nggak semua orang bisa ngerasain puasa di bulan yang penuh berkah ini.

Semoga kalian yang rantau (dan juga yang tidak) selalu sehat ya jalanin puasa dan ibadahnya.
Wassalamualaikum
Luph <3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

^^

Things That Make Me Happy♡

TAYVIN ENDED