Babak #12 - Surat Untuk Diri Sendiri (A Letter To Myself) 1
![]() |
| Bukan foto hari ini, tapi tak mengapa. |
Halo, self,
Hari ini kamu sudah bekerja keras. Sugohaesseo.
Ada satu matkul hari ini dan cukup berat karena materinya tentang Ms. Excel, tapi kamu berhasil melewatinya. Meskipun kamu seorang pelajar yang lamban hehe. Kamu takut tertinggal, kamu merasa terancam sampai ingin memaki temanmu yang sudah selesai duluan, tapi kamu akhirnya sampai di garis ujung yang sama. Kamu bekerja dalam diam dan begitu seriusnya hingga dahimu mengerut. Sesekali kamu menggoda Chaca yang sama bingungnya dan sama telatnya denganmu; untuk menghilangkan beban, mengaburkan pertanyaan soal "Kenapa aku harus meribet-ribetkan data yang bisa tinggal dimasukkan ke grafis dsb?"--pertanyaan bodoh.
Pagi tadi kamu datang ke kampus sangat awal, padahal kelas dimulai pukul dua. Kamu datang telat menjaga stand micin karena salah lihat jadwal, kemudian mengurus m-banking yang untuk itu harus mengantre saaangat lama di BCA Express sampai kamu gusar dalam hati. Rasanya panik karena harus makan siang dan membuka e-learning untuk belajar tutorial Excel itu. Untung masih sempat.
Kamu memilih pojok meja untuk makan sendirian, sebab temanmu belum datang.
Kikuk.
Tapi kamu bisa sendiri. Kamu mampu. Enggak apa-apa. Enggak harus selalu bersama kolonimu.
Malam ini kamu harus menahan lapar beberapa jam karena tidak sempat beli makan saat rapat. Kepalamu pusing dan perutmu sakit sekali. Konsentrasi sudah pada makan-apa-nanti dan tugas entertainment jour yang belum rampung. Sampai dorm, tanpa ba-bi-bu kamu langsung masak indomie dan minum segelas susu. Alhamdulillah sudah enakan sekarang.
Selama memasak, kamu merenung.
Kadang kamu meragukan dirimu sendiri. Meragukan apa-apa yang kamu kerjakan. Atas semua ambisi. Atas semua kepercayaan orang padamu dan semua komentar tentangmu; mungkin lebih tepatnya meragukan diri sendiri. Enggak apa-apa. Kamu yang lebih tahu mengapa kamu memulai ini semua. Kamu tahu mengapa kamu mengambil semua risikonya. Mengapa kamu rela pulang malam, rela tidak benar-benar libur hari Rabu-Jumat (padahal harusnya itu kosong), dan rela kelelahan. Kamu enggak salah jalan, kamu hanya perlu meyakinkan dirimu bahwa jalanmu tidak mulus, tapi akan segera sampai di tujuan.
Kadang kamu menyadari egomu yang begitu besarnya sampai menyusahkan orang-orang sekitarmu.
Ayo, kendalikan.
Bad mood itu bukan hal bagus. Kamu, orang yang paling bisa mengatasinya. Kendalikan egomu. Jangan kalah. Jangan senang menyalahkan orang lain atau merendahkan orang lain. Itu bukan bagian bagus dari dirimu dan kamu bisa melepasnya.
Kamu bisa.
Tetap belajar, dan tetaplah injak bumi. Jangan lupa dengar ini kalau lelah.
Catatan dari Seorang Manusia Lamban
120219

*110219
BalasHapus