Babak #19 - Vlog vs Blog
Jadi ini sebuah vlog iseng yang aku buat setelah liputan Sabtu lalu hehe. Jangan lupa mampir, like, komen, sebskraib.
Bicara soal blog dan vlog, ingatanku melayang pada perkataan seorang guru waktu aku SMA (atau dosen kuliah? aku lupa). Ketika itu tren vlog sedang merangkak naik, menggeser eksistensi blog. Katanya, zaman sekarang enggak ada lagi yang baca blog. Semua lebih suka apa-apa visual.
Tapi zaman emang enggak bisa bohong. Dari obrolan di seminar, aku mendapat penjelasan yang sama: tren digital mengubah kebiasaan dari lihat tulisan saja menjadi lihat gambar saja. Tulisan atau cerita diubah jadi video atau infografis. Sekali lagi, semua serba visual. Ini pasti gara-gara Instagram, pikirku jeles.
Yaiyalah, lama-lama aku jadi ogah menulis blog karena enggak ada yang baca. Makin mandek karena terlalu idealis mau nulis doang, pengen dibaca, tapi enggak mau ikut berubah seperti diisi foto atau video apa kek.
Kemudian aku ikut kebawa arus digital (anjay). Aku jadi jarang sekali menulis blog, berdalih enggak punya waktu, dan mengeluh enggak punya ide. Aku juga ikutan bikin konten YouTube yang dimulai dengan serial #OnDuty (boleh, lho, ditengok). Tapi aku tetep rindu blogspot yang sudah kumiliki dari 2012. Dari tulisan masih alay banget galau di bawah hujan sampai hari ini menulis #babakbaru. Ada sesuatu yang bikin aku selalu balik lagi ke rumah, meski cuma sekali dalam beberapa bulan (yha)~
Enggak ada yang salah dengan memilih blog atau melakukan vlog. Dua-duanya bagiku sama: menransfer cerita ke orang banyak. Blog, meskipun aku dedikasikan untuk curhat dan sambat, tapi selalu tujuannya adalah kalau dibaca orang lain tuh enggak sia-sia; ada sesuatu yang aku juga pingin bagi ke orang di luar sana. Vlog, lebih susah karena kalau enggak pede dan kontennya enggak faedah, orang enggak akan nonton. Tapi dengan adanya vlog, aku bisa eksplor Adobe Premiere yah meskipun masih ampas, tapi hitung-hitung belajar sedikit-sedikit.
Nah, kamu pilih yang mana?
Menurut gue blog dan vlog punya porsinya masing masing, tapi blog masih punya nilai plus. Ketika menulis ekspresi ngeblog itu pure, sedangkan kalo vlog (kebanyakan) kontennya suka mengada ada dan dibuat buat.
BalasHapus