Babak #26 - To My Seventeen Years Old (Untuk Diriku yang Berusia 17)
| :) |
Hai,
Ini kamu tiga setengah tahun kemudian.
Masih sama, kamu masih petite dan sepertinya menggemuk. Bukan masalah. Alhamdulillah dirimu yang sekarang sehat-sehat saja.
Di usia tujuh belas, kamu terlalu naif.
Soal cinta-cintaan yang memabukkan dan perjuangan atas cita-cita yang melelahkan.
Kamu seharusnya berani berkata tidak pada kesempatan yang menyesatkan. Kamu terlalu banyak mengiyakan hal tanpa pikir panjang. Kamu tahu kenapa; kamu ingin turuti egomu.
Kamu seharusnya tidak berbohong karena menjalin sesuatu yang terlarang. Imbasnya? Sekarang kamu harus ekstra keras membuktikan orang-orang terkasih.
Kamu seharusnya lebih mencintai dirimu sendiri daripada mencintai orang lain. Perasaan bersalah itu selalu punya celah untuk memakan semua usahamu.
Kamu seharusnya fokus pada cita-citamu dan enyahkan semua hal remeh remeh. Saat itu semua pelajaran memang lebih berat, tapi kamu belum maksimal.
Sebenarnya, enggak apa-apa untuk cerita ke orang lain tentang semua yang kamu rasakan. Sayangnya, kamu lebih memilih untuk diam dan memendam. Padahal kamu bisa percayakan semua yang ada di dekatmu.
Seharusnya kamu lebih serius menyiapkan diri untuk beasiswa masuk kampus impian. Enggak apa-apa, belum jalannya.
Seharusnya kamu bisa menghargai perasaan orangtua saat itu. Kamu enggak akan kemakan ego.
Untuk diriku yang berusia 17 tahun,
Proses menjadi dewasa memang tidak mudah. Kamu sudah melewati malam-malam panjang menangisi diri sendiri. Belum lagi pikiran-pikiran negatif tentang membandingi diri sendiri dengan perempuan 'ideal'. Belum lagi tekanan untuk mendapat nilai bagus di sekolah. Menyuapi ego menjadi hal penting buatmu dulu. Sekarang, mungkin masih. Sedikit demi sedikit kamu coba enyahkan kepentinganmu dan coba buka mata untuk hal baik.
Enggak, aku enggak menyesal dengan diriku di usia 17. Justru senang bisa menghadapi semuanya dan mengarungi hal baru hari ini.
Komentar
Posting Komentar