where?

 di mana? where?

setiap sudut kota bagai sebuah wahana petak umpet.

tembok bertato, jalanan yang habis separuh oleh mobil parkir paralel, sudut gang tempat mereka membeli es kelapa muda yang-tak-muda-muda-amat, kios teh poci depan sebuah sekolah favorit; raga berkelana tapi tiada daya.

yang dicari tetap nihil.

setiap sudut keramaian adalah riuh semu, seperti isi pikiran yang bising tanpa jeda.

jika lampu kota di setiap jengkal adalah petunjuk, tentu raga ini sudah menemukanmu di jarak 10km yang lalu.

gemuruh rel kereta pun tak jua sunyikan pikiran.

di mana?

terakhir kali kau bilang akan turun bersama debu, merangkak perlahan lewat jendela kamarku.

aku buka jendela lebar-lebar,

yang sampai hanyalah angin kering nan kosong.

bahkan hujan di atap pun bernada sumbang.

di mana?

pukul 2 pagi adalah waktunya mataku terpejam. satu jam selanjutnya hanya terisi keheningan.

jeda terjadi sangat panjang dan lamban.

ini, menjadi saat yang paling tenang.

detak jantung bahkan tak meracau, tak berlomba dengan detik.

di mana? benarkah di sini? di depan mataku, sudah ada?


nbl, 280621

Komentar

Postingan populer dari blog ini

^^

Things That Make Me Happy♡

TAYVIN ENDED