Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen-novelette

다시 한번 (Sekali Lagi) - Intro

Sial. Dia lagi. Dari zaman main Zuma sampai COC. Jantungku nggak ada bosennya berdetak lebih cepat. Bahkan saat namanya disebut. Tapi denyut jantungku terasa nyeri. Mungkin karena ada wong liyan  yang menyusup? coming soon.

Inconsolable

                You have a new message! Good night bby, ilu :* Nite too :*                      Senyum terukir di wajah Sinka. Ditariknya selimut hingga menutupi seluruh badannya. Satu pesan dari Gilang yang mengakhiri percakapan saat itu, mampu merubah mood nya seketika. Ia memejamkan mata, menanti mimpi indah yang temani lelapnya malam itu. ***             Disisirnya rambut hitam legam lalu menyematkan jepit pink di atasnya. Kini, di depan cermin terpantul bayangan gadis cantik yang siap memulai sekolah baru. Dan saat itu dia tahu, segenggam cerita telah menunggunya untuk dijalani.             Sinka berlari-lari kecil menuju ruang kelas. Dilihatnya semua bangku masih kosong, tanda semua sisw...

Jauh

Aku udah jadian! Satu pesan singkat datang dari Dila. Faya menutup buku sketsanya, lalu mengetik balasannya dengan cepat.             Wah. Kok km yg dluan pcrn sih? Aku jmblo sndiri deh ): Lima belas menit kemudian, Dila membalasnya.             Wkwkwk :D sori fay, mana aku tw dia suka sm ak. Tp fay, aku lg bingung ‘-‘             Kenapa dil?             Km kn tw aku sukanya sm siapa kn? Hening seketika. Dan semua makin ribet ketika Faya sadar, Dila pacaran dengan orang yang tidak disukainya. Sudah lama Dila jatuh cinta dengan Ario, terpesona oleh semua yang ada pada Ario. Tapi Farhan, teman baru Dila yang beberapa bulan belakangan dekat dengannya, ternyata suka Dila, malah nekat nembak. Dila terima.         ...

Dilema.

"Aku gak bisa ngajak dia ngomong." "Lah. Kenapa?" "Aku bingung mau mulai dari mana, mau mulai kayak gimana." "Terus kamu diem aja?" "Iya. Padahal setiap sebelum ketemu dia, aku selalu mikirin sesuatu yang bakal aku lakukan ke dia, tapi ternyata aku gak berani. Dan itu nyiksa banget, ternyata." "Lalu gimana kalau dia lewat di dekatmu?" "Aku cuma diem, dan kadang malah salah tingkah sendiri. Aku terlalu bodoh, masih terlalu bocah untuk mengenal cinta." "Kamu salah, tuh... cinta gak pernah kenal umur. 'Cinta' ya, bukan sekedar 'suka'..." "Ah iya deh, aku salah..." "Hahaha, kamu ada rasa pengen ngajak dia ngobrol, sebenernya?" "Banget. BANGET. Malah aku pengen ngajak dia ngobrol sebagaimana aku ngobrol seperti temen-temenku. aku pengen bisa bersikap wajar dan gak ada yang namanya salting . Tapi grogi mengalahkan segalanya. Aku pengen nyapa dia, nanya...

Suatu Sore Kelabu

(based on my friend's love story) Prita menyesap tehnya. Sesekali ia menoleh kea rah lelaki di pojok kafe itu. Ryan. Lelaki yang berhasil melupakannya sejak beberapa tahun lalu. Tapi tidak begitu dengan Prita. Ya, masih saja bayang-bayang lelaki yang dipujanya itu ada setiap waktu. Tragisnya sampai sekarang. Dan begitu Prita melihat wajahnya, luka lama itu terkuak lagi. Prita kembali menyesap tehnya. Pahit. Sepahit kenyataan ini. Ah, andai saja ia tak mengenal Ryan, semua takkan jadi begini. Ia ingat, ingat sekali malah, kejadian 5 tahun lalu.             Waktu itu mereka masih SD. Lalu tumbuhlah cinta itu. Orang bilang cinta monyet. Tapi Prita tak peduli. Yang ia tau, Ryan adalah cinta pertamanya, dan Ryan pernah mengaku kalau ia juga menyukai Prita. Ryan pernah menyuruh Prita menunggu sampai kelas XI SMA. Biar cukup umur untuk pacaran, katanya. Maka itulah Prita setia menunggu hingga detik ini. Walau harus menyiksanya d...