"Aku gak bisa ngajak dia ngomong." "Lah. Kenapa?" "Aku bingung mau mulai dari mana, mau mulai kayak gimana." "Terus kamu diem aja?" "Iya. Padahal setiap sebelum ketemu dia, aku selalu mikirin sesuatu yang bakal aku lakukan ke dia, tapi ternyata aku gak berani. Dan itu nyiksa banget, ternyata." "Lalu gimana kalau dia lewat di dekatmu?" "Aku cuma diem, dan kadang malah salah tingkah sendiri. Aku terlalu bodoh, masih terlalu bocah untuk mengenal cinta." "Kamu salah, tuh... cinta gak pernah kenal umur. 'Cinta' ya, bukan sekedar 'suka'..." "Ah iya deh, aku salah..." "Hahaha, kamu ada rasa pengen ngajak dia ngobrol, sebenernya?" "Banget. BANGET. Malah aku pengen ngajak dia ngobrol sebagaimana aku ngobrol seperti temen-temenku. aku pengen bisa bersikap wajar dan gak ada yang namanya salting . Tapi grogi mengalahkan segalanya. Aku pengen nyapa dia, nanya...