Postingan

Gendutan

Selama ini gue suka banget mengalihkan kegalauan dengan makan sebanyak-banyaknya. Tadinya mikir gak bakal kenapa-napa, toh gue banyak kegiatan jadi butuh energi banyak (baca: makan banyak). Lagipula, galau itu menguras energi juga *sotoy*. Tapi, beberapa bulan belakangan ini gue ngerasa ada yang berubah. 1. Pergelangan tangan membesar. Tadinya kalau pake jam tangan, di lubang nomer 3 cukup. Tapi jadi melar ke nomer 4. Dan makin hari kian melar. 2. Celana jeans gak muat. Problem yang menyedihkan. Biasanya beli jeans setahun lebih masih cukup. Ini perasaan baru beli beberapa bulan kok udah ngepres kaki. Duh. 3. Perut makin buncit. Sama dengan lemak bersemayam di sana. 4. Ada bisikan entah dari mana yang mendorong gue buat ngrasain laper padahal sejam sebelumnya makan nasi campur. 5. Sesuatu membawa gue ke CK atau indomaret beli pocky, chic choc, atau biskuit yummy. Crap, gue makin kalap aje. Gak tahan, akhirnya gue coba nimbang berat badan di rumah temen (yang sialnya timbangan te...

Valentine and So What?

Gambar
(here's my story for Feb14. it's not too late to share this in the midnigh t of Feb15 right?) Dari kemarin uring-uringan. Gue rada sebel aja gitu lihat tanggal 14 besok. Mirisnya lagi malam minggu. Lengkap sudah kemirisan jomblo. Yeah, gue sih udah antisipasi dengan beli cokelat dari jauh-jauh hari. Waktu itu hari ultah temen, jadi gue kasi kado cokelat banyak gitu mumpung beli 2 gratis 1. Mbak-mbak kasir indomaret sampe nanya segala: “Persiapan valentine, ya, mbak?” “Enggak, ulang tahun temen.” Oh yaampun, menohokku telak. Mana ada orang mau nyambut valentine (baca: hari kasih sayang) sampai beli cokelat dari H-9? Kayak cokelat bakal hangus dari bumi beberapa saat sebelum tanggal 14 aja. Hanya jomblo mengenaskan (baca: gue) yang ngelakuin gitu. Ini udah ketujuhbelas kalinya gue sendiri pas valentine. Bosen? Gak. Gak salah lagi, maksudnya HAHA. Tahun-tahun sebelumnya, sih, emang sendiri tapi “gak benar-benar sendiri”. Tahun ini juga sebenernya gak benar-benar sendiri ...

How To : Jadi Anti-Melankolis

Yeye, tahun 2015 sudah tiba! Saatnya mengubur kenangan satu tahun kebelakang. Tapi jangan semua. Siapa tahu ada yang bisa dipakai jadi referensi pelajaran ke depan. Tahun baru berarti harus ada yang baru dong,ya. Misalnya baju baru, sekolah baru, semangat baru, temen baru, gebetan baru, pacar baru, apa aja yang baru-baru. Tapi kalo masih sayang ninggalin yang lama ya dipertahanin aja ya :p *apasih* 2015 dibuka dengan hujan dan mendung di beberapa tempat. Ini bikin kesan galau nan melankolis, entah itu di suasananya atau di hati orang *HAHAHA*. Tapi gak mengurangi serunya main kembang api depan rumah atau cuma nonton langit kerlap kerlip penuh warna sepanjang malam pergantian. Nah, berhubung saya punya target tahun 2015 harus bisa menjauh dari galau, saya mau bagi tips gimana caranya bisa keluar dari “kemelankolisan” and see how wonderful your life is. Tips ini kesemuanya dari pengalaman saya dan cukup berhasil. Semoga bisa berhasil di kalian juga, ya! Jangan Dengerin Lagu G...

Asa dan Lara

Berlutut pada angan-angan Asap asa membumbung tinggi Tinggalkan kenangan fana Lenyapkan kabut suram Tiada yang perlu disesali Semua telah terjadi Tiga tahun cukup merangkai kisah Namun tak cukup merangkai kasih Waktu tak bisa membuatmu terus menunggu Aku dan kamu, kini, telah lelah Menyerah pada keputusasaan Mengalah pada keadaan Aku dan kamu, kini, bagai berbeda dunia Berbeda dimensi ruang dan waktu Bagai bertemu di persimpangan yang sama Namun akhirnya menuju pada arah yang berbeda Seperti sebuah lirik lagu, ini hanyalah mimpi panjang yang tak pernah usai Aku selalu bertanya, Bagaimana kau bisa baik-baik saja, Sementara aku terseok mengejar ketertinggalanku Saban hari, kau menulis nama seseorang pada statusmu Aku, berlagak tak peduli Tapi saat itu, bila saja aku mampu menemuimu, Aku ingin membuatmu sadar, Bahwa selama ini aku ada Dan bertanya, Kenapa dulu kau cepat menguap bersama kesalahpahaman? Lalu di antara kita tak pernah ada sesuatu? Setelah kuanggap ...

1989: Taylor Swift Is Reborn

Gambar
Album, majalah, dan binder saya. Taylor everywhere. Bukan, saya bukan sedang ingin promosi album barunya. Saya hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang "Taylor yang terlahir kembali" :p Ya, kayaknya semua orang yang mendengar sekilas beberapa lagu andalan di album ini setuju kalau Tay banting setir dari country ke genre pop. Mungkin kedengarannya agak aneh, ya, soalnya kan di album-album sebelumnya hampir seluruhnya country-pop . Ini juga yang saya rasakan in the beginning , hehe. Awalnya pas saya puter, saya suka sekali dengan lagu Welcome To New York , sebagai track pertama. Eh, ternyata sampai lagu bonus-track nya juga keren! Asli, keren banget. Ternyata Taylor emang berbakat nggak cuma di musik country aja, tapi juga di pop . And it's fine anyway. Banyak sekali saya lihat kritikan-kritikan tajam dari komen-komen di sosmed Tay sama di beberapa pemberitaan. Bahkan ada juga yang bertanya-tanya, "Mana,sih, lagu yang buat Harry Styles?" lalu ada yang bi...

Tragedi dan Ironi

26.280 jam yang lalu, kalau aku tak di situ, kalau kau tak di sana, semua akan berubah. 26.280 jam yang lalu, kalau mata kita tak bertemu, semua akan berbeda. 26.280 jam yang lalu, kalau aku tak jumpa dirimu, takkan ada kupu-kupu yang menari. 26.280 jam yang lalu, kalau aku tak sering melihat kearahmu, semua takkan begini. Iya, takkan seperti ini. Aku takkan segila ini. Menggilaimu, menunggu sosokmu, mencari keberadaanmu. Ekor mataku takkan otomatis menuju bayanganmu. Sekarang, 26.280 jam kemudian, kita berada pada satu tempat. Masih, ekor mataku masih mencari bayangmu. Kupu-kupu masih menari dalam bungkamku. Debaran gila dalam dadaku masih mengguncang jiwaku. Tapi kamu bergeming. Di sana. Diselimuti kejauhan. Tak bisa kuraih, tak bisa kutangkap. Ini makin gila. Harusnya aku pergi, membuang memori. Tapi aku tak bisa. Serpihan kenangan 26.280 jam terlalu banyak. Memenuhi pikiranku yang kosong. Apa kau percaya ini? Ini bukan omong kosong. Ini bagian dari 26.280 jam...

Inconsolable

                You have a new message! Good night bby, ilu :* Nite too :*                      Senyum terukir di wajah Sinka. Ditariknya selimut hingga menutupi seluruh badannya. Satu pesan dari Gilang yang mengakhiri percakapan saat itu, mampu merubah mood nya seketika. Ia memejamkan mata, menanti mimpi indah yang temani lelapnya malam itu. ***             Disisirnya rambut hitam legam lalu menyematkan jepit pink di atasnya. Kini, di depan cermin terpantul bayangan gadis cantik yang siap memulai sekolah baru. Dan saat itu dia tahu, segenggam cerita telah menunggunya untuk dijalani.             Sinka berlari-lari kecil menuju ruang kelas. Dilihatnya semua bangku masih kosong, tanda semua sisw...