cr: theodysseyonline.com Aku enggak pernah benar-benar menyadari kalau diri ini sungguh sensitif sampai aku membaca tulisan-tulisan tentang INFJ di Pinterest. Wah, bener juga , kataku dalam hati. Pantesan. Sejak kecil, aku sangat perasa. Ada satu cerita yang agak samar aku ingat, tapi mama ingat sekali. Jadi waktu itu aku masih playgroup. Biasa lah ya, isinya bocah-bocah yang masih gemar gebrak meja dan teriak-teriak enggak jelas. Seorang temanku, cowok, seperti ngambek gitu terus melakukan hal yang aku sebutkan tadi. Aku yang duduk agak jauh tapi berjiwa rapuh ini tiba-tiba nangis karena mengira tuh anak marah sama aku HAHAHAHA. Terus bu guru laporan deh ke mama. Enggak lama dari masa itu, yakni saat duduk di bangku taman kanak-kanak, aku diceng-cengin sama guruku karena ikut fesyen show dan berpasang-pasangan. Udah latian-latian... eh ngambek akunya HAHAHA. Langsung stop latian berhari-hari. Eh, enggak lama akunya minta latian lagi hehe. Sensitifnya aku juga berl...