Postingan

Bila Jatuh Cinta Adalah Sebuah Kesalahan

Gambar
Kalau jatuh cinta adalah kesalahan, Maka mungkin kita jatuh hanya sekali dalam hidup. Lalu, tak ada lagi afeksi nan lemah lembut di hati. Tapi, jatuh cinta itu nisbi. Tak melulu soal siapa yang paling peduli, Tak melulu soal siapa yang punya fisik mumpuni, Entah jatuh kepada orang lain atau diri sendiri. Jatuh cinta kadang terjadi begitu saja-- Tiba-tiba, "Boom!" menghantam kepalamu, Membuatmu tak sanggup tidur nyenyak, Dan tak mau bangun karena mimpi indah. Membuatmu sayang tubuhmu, Walau penuh goresan atau tempelan lemak sana sini. Membuatmu berani bicara, Walau orang-orang tak suka. Membuatmu jadi penyayang sekaligus perindu dalam diam, Walau tak mengharap balasannya. Jadi, Bila jatuh cinta adalah kesalahan, Itu adalah kesalahan terindah, barangkali. Kesalahan yang tak butuh remedi, Dan membiarkannya terjadi lagi dan lagi.

Selamat Hari Raya!

Gambar
Lebaran keluargaku barangkali sedikit berbeda dari keluarga lain. Mama hampir tidak pernah membuat opor dan sejenisnya di hari lebaran. Tak ada kostum seragam sekeluarga, begitu pun dengan baju warna senada. Foto lengkap berempat? Sepertinya hanya sekali, itu pun beberapa tahun yang lalu. Ya, begitulah. Namun ini bukan berarti keluarga kami sedang konflik atau tak dekat. Ayahku aktif di organisasi PHBI atau Pengurus Hari Besar Islam. Sekarang bahkan katanya didapuk jadi ketua di kecamatan. Oleh sebab itu, ayah selalu sibuk, terutama di H-1 dan hari H. Dia lebih sering berangkat lebih awal dan selesai paling akhir kalau ada salat ied. Usai salat, biasanya beberapa jam setelahnya kami langsung berangkat mudik ke Probolinggo. Alhasil, kami tak punya waktu banyak untuk menerima tamu atau makan opor. Pun demikian dengan foto bareng. Kadang2 keluarga Dindin, tetangga sebelah rumah, mengirim ketupat (bahasa balinya adalah Tipat) dan opor atau kare. Lumayan untuk sarapan. Pertama kalinya aku m...

Talking About 2021

2021. This year... it's a long long journey for me to be my better self. I started this year as a freelancer. I didnt know how actually, i just gave myself a try. And i didnt regret it. I officially graduated this year too. It was amazing; I spent my time with my family. That time i wished nothing but getting a job soon. However, the word "SOON" is super overrated. I wanted to get the first fulltime job, so I tried so hard to fix my cv, update my portfolio and stuff. One thing that i missed, sometimes "tried by best" is not enough. We need to let the universe work as it is. We need to slow down.  I was frustrated, afraid to be failed, too scared if this year's plan ain't going well. The moment when i didnt force my plan, be present, and put a little bit of patience, I finally saw where exactly God wants me to be. At first, I didnt want to be an intern anymore. But nope. Instead of landing me on a fulltime job, God put me in a rising startup. As a content...

Halo, November

Gambar
  hi! Bulan ini gw sadar, ternyata menyenangkan banget ngobrol lama dgn org lain selain org rumah. Yah, sebagai manusia yang wfh dan sering no lep di rumah, berinteraksi lama dgn org luar tuh bener2 berkah. Selama november gw ketemu beberapa org dengan insight keren. Ada instruktur nyetir gw, yg bisa asyik bgt diajak ngobrol soal perbedaan agama, soal biduk rumah tangga dan keluarga besar, serta obrolan percintaan yang rumit. Ada juga temen SMA dan temen SMP gw, yang selalu jadi my go to person. Dari obrolan receh nan nyeleneh sampe sambat kerjaan, bisa nyambung aja gitu. Gw jg randomly ketemu temen SD di bank, btw kita udh 5 tahun gak ketemu. Seneng bgt rasanya. Terus gw ngobrol panjang jg sama Nadine, itung2 bisa melegakan unek2 doi dan gw dpt insight soal newsroom. Gak ketinggalan, ngobrol sama temen2 sedivisi gw, terutama sama editor gw. Gw seneng karena akhirnya ada manusia lain yg baru gw kenal. Mereka keren2 bgt dah. Ternyata yah, mau seintrovert apapun, mau seansos apapu...

Ngerjain Skripsi Sampe Masuk Mimpi~

Gambar
10/07/21 Sebuah catatan menuju bertoga. Aku yakin kalian yang baca juga sudah/sedang/akan punya kesulitan skripsi masing-masing. Kalau yang ini cerita versiku. Enjoy ur popcorn, sebab cerita ini cukup panjang. --- 4/11 (sebulan sebelum sidang--tahun 2020) Setiap orang punya cara dan pengalaman masing2 untuk lulus. Untuk saya, skripsi adalah sebuah project tentang melawan diri sendiri. Tentang melawan rasa capek, males, insekyur, pengen nyerah di tengah, takut salah. counterpain adalah teman baikku. Pengen nyalahin orang, tapi pas ngecek lagi yang salah ya diri sendiri. Pengen nyalahin keadaan yang lagi pandemi dan stres, tapi ya gabisa diubah. Nungguin motivasi dateng, sampe Aldi Taher jadi Presiden AS juga gabakal dateng. Terima aja kalau memang sulit dan pengen nangis. Jangan lama-lama tapi. Kalau kebawa suasana malah lupa ada yg perlu dikelarin. Pernah baca di twitter, katanya skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Semuanya hanya bisa diselesaikan kalau udah paham itu adl ke...

where?

 di mana? where? setiap sudut kota bagai sebuah wahana petak umpet. tembok bertato, jalanan yang habis separuh oleh mobil parkir paralel, sudut gang tempat mereka membeli es kelapa muda yang-tak-muda-muda-amat, kios teh poci depan sebuah sekolah favorit; raga berkelana tapi tiada daya. yang dicari tetap nihil. setiap sudut keramaian adalah riuh semu, seperti isi pikiran yang bising tanpa jeda. jika lampu kota di setiap jengkal adalah petunjuk, tentu raga ini sudah menemukanmu di jarak 10km yang lalu. gemuruh rel kereta pun tak jua sunyikan pikiran. di mana? terakhir kali kau bilang akan turun bersama debu, merangkak perlahan lewat jendela kamarku. aku buka jendela lebar-lebar, yang sampai hanyalah angin kering nan kosong. bahkan hujan di atap pun bernada sumbang. di mana? pukul 2 pagi adalah waktunya mataku terpejam. satu jam selanjutnya hanya terisi keheningan. jeda terjadi sangat panjang dan lamban. ini, menjadi saat yang paling tenang. detak jantung bahkan tak meracau, tak berlo...

Hal-hal yang Kusadari selama "Skincare Journey"

Gambar
sumber: freepik Jor-joran pengen kulit glowing bening manja dengan hasil cepat, tapi yang kubutuhkan sebenarnya udah ada on the ground~ Lagunya Rose, vokalis Blackpink kesukaanku, langsung terngiang waktu nulis ini. Pasti udah pada dengerin On the Ground  juga, kan? Bagus, kan??? Arti lagu itu emang ngena pol. Kayak ngasih tau: ngapain berusaha keras pengen 'di atas', padahal semua yang dibutuhkan tuh udah ada dan harus disyukuri. Sama kayak dunia perskinkeran yang aku lewati sekitar setahunan ini ehehe. Bener-bener belajar kulitku maunya apa, butuhnya apa, dan cari tau produk apa yang cocok sama aku + mana yang nggak. 2019-2020 Aku mulai dulu dari kondisi kulitku sejak remaja sampai pertengahan tahun 2019, ya. Jenis kulitku normal to dry, sangat jarang jerawatan yang besar-besar. Produk yang dipakai cuma tiga: Hada Labo Gokujyun Moist Lotion, pelembab Wardah dari series Aloe Hydra Mild, dan sunscreen Emina SPF 30. Jarang makeup full, kecuali lagi perform nari atau dance. Akupu...